Cara Membuat Paspor Di Indonesia

Berlibur ke luar negeri membutuhkan dokumen penting, yaitu paspor. Paspor adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk mengidentifikasi identitas seseorang ketika berada di luar negeri. Bagi warga negara Indonesia, untuk membuat paspor ada beberapa langkah yang harus diikuti. Berikut adalah cara membuat paspor di Indonesia.

Persyaratan

Untuk membuat paspor, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Pertama, pemohon paspor harus berusia minimal 17 tahun. Kedua, pemohon harus memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku. Ketiga, pemohon juga harus memiliki Kartu Keluarga (KK) asli.

Selain itu, pemohon juga harus membawa fotokopi KTP dan KK yang telah dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. Jika pemohon belum memiliki KTP, maka dapat menggunakan Surat Keterangan Domisili (SKD) yang dikeluarkan oleh kelurahan setempat.

Selain itu, bagi pemohon paspor anak-anak harus didampingi oleh orang tua atau wali yang memiliki KTP dan KK asli. Jika orang tua atau wali tidak bisa hadir, maka harus membawa surat kuasa resmi dari orang tua atau wali.

Tahap Pendaftaran

Langkah selanjutnya adalah melakukan pendaftaran di kantor Imigrasi terdekat. Pemohon dapat melakukan pendaftaran secara langsung di kantor Imigrasi atau melalui aplikasi online di situs resmi Imigrasi.

Setelah melakukan pendaftaran, pemohon akan mendapatkan nomor antrian dan harus menunggu giliran dipanggil untuk melakukan proses pemotretan dan pengambilan sidik jari. Selama menunggu, pemohon dapat mempersiapkan dokumen yang diperlukan.

Pemotretan dan Pengambilan Sidik Jari

Setelah dipanggil, pemohon akan melakukan proses pemotretan dan pengambilan sidik jari. Pemotretan dilakukan untuk memastikan bahwa foto pada paspor sesuai dengan penampilan fisik pemohon. Sedangkan pengambilan sidik jari dilakukan untuk memastikan identitas pemohon.

Pemohon harus memastikan bahwa penampilan mereka rapi dan sopan, tidak mengenakan kacamata, dan tidak mengenakan barang lain seperti topi atau kerudung yang menutupi kepala atau wajah.

Pembayaran Biaya Paspor

Setelah proses pemotretan dan pengambilan sidik jari selesai, pemohon harus membayar biaya pembuatan paspor. Biaya paspor bervariasi tergantung pada jenis paspor yang diinginkan.

Jenis-jenis paspor yang tersedia adalah paspor biasa, paspor diplomatik, dan paspor dinas. Biaya paspor biasa adalah Rp 355.000,-, sedangkan biaya paspor diplomatik dan dinas bervariasi tergantung pada jenis paspor dan kebutuhan pelanggan.

Pengambilan Paspor

Setelah melakukan pembayaran biaya paspor, pemohon akan diberikan bukti pengambilan paspor yang berisi tanggal dan waktu pengambilan paspor. Pemohon dapat mengambil paspor di kantor Imigrasi yang sama dengan tempat pendaftaran atau di kantor Imigrasi terdekat yang telah ditentukan.

Untuk pengambilan paspor, pemohon harus membawa bukti pengambilan paspor, KTP, dan KK asli. Jika pengambilan paspor dilakukan oleh orang lain, maka harus membawa surat kuasa resmi.

Kesimpulan

Membuat paspor di Indonesia cukup mudah jika mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan. Persyaratan, tahap pendaftaran, pemotretan dan pengambilan sidik jari, pembayaran biaya paspor, dan pengambilan paspor adalah tahapan yang harus dilalui untuk membuat paspor.

Pemohon juga harus memastikan bahwa dokumen dan persyaratan yang dibutuhkan sudah dipenuhi dan dilengkapi. Dengan memiliki paspor, pemohon dapat bepergian ke luar negeri dengan aman dan tenang.